PTK SD Bahasa Indonesia tentang Teknik Skrambel

PTK SD Bahasa Indonesia PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN TEKNIK SKRAMBEL  PADA SISWA KELAS IV D SD PL BERNARDUS SEMARANG  TAHUN PELAJARAN 2004 / 2005

Bab I  Pendahuluan
A. Latar Belakang

ptk sd bahasa indonesia
Ptk sd bahasa Indonesia

Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan meningkatkan kemampuan intelektual. Bahasa Indonesia memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting yakni sebagai bahasa negara dan bahasa nasional. Mengingat fungsi yang diemban oleh bahasa Indonesia sangat banyak, maka kita perlu mengadakan pembinaan dan pengembangan terhadap bahasa Indonesia. Tanpa adanya pembinaan dan pengembanagan tersebut bahasa Indonesia tidak akan dapat berkembang, sehingga dikhawatirkan bahasa Indonesia tidak dapat mengemban fungsi-fungsinya. Salah satu cara dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia itu adalah melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Pembinaan dan pengembangan kemampuan dan keterampilan berbahasa yang diupayakan di sekolah berorientasi pada empat jenis keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut berhubungan erat satu dengan yang lain.
PTK SD Bahasa Indonesia Perkembangan tingkat penguasaan keterampilan berbahasa siswa dalam masing-masing keterampilan berbahasa akan mempengaruhi penguasaan keterampilan berbahasa yang lain. Dengan kata lain, pengajaran keterampilan berbahasa tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh. Pengajaran keterampilan berbahasa mendorong siswa sepenuhnya pada pelatihan dan praktik pemakaian bahasa sebagai alat komunikasai sehingga ia kelak mahir berkomunikasi secara nyata di masyarakat. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era informasi dan komunikasi sekarang ini, membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan umat manusia. Membaca juga merupakan sebuah jembatan bagi siapa saja dan di mana saja yang berkeinginan meraih kemajuan dan kesuksesan di dunia persekolahan maupun di dunia pekerjaan.
Penelitian tindakan kelas SD Bahasa Indonesia Membaca bukanlah suatu proses “efakator”, melainkan ketrampilan dan kemampuan yang interaktif dan terpadu. Faktor-faktor yang secara tunjang menunjang terjalin dalam proses membaca itu ternyata mempunyai sifat yang menguntungkan. Hampir semua jenis keterampilan membaca dapat diperbaiki dengan jalan latihan ( Budi Nuryanto.1997:11.24). Pembelajaran membaca di kelas dengan pemberian tugas terasa suatu pekerjaan yang membosankan dan menjenuhkan. Saat ini siwa lebih suka menonton televisi,santai,dan tidur daripada mengerjakan tugas itu, akibatnya kemampuan siswa tidak seperti yang diharapkan kurikulum..
Dari pengamatan di kelas ketika diberi pelajaran bahasa Indonesia khususnya membaca terlihat 50 % siswa tidak tertarik, acuh tak acuh, beberapa siswa selalu bercakap-cakap dengan teman sebangkunya, sebagian besar siswa gaduh, dan bacaan baru selesai dalam waktu yang cukup lama. Diajukan pertanyaan, semua diam, sibuk membaca kembali teks, jawaban siswa tidak mencapai sasaran.
Keterampilan membaca untuk memahami bentuk-bentuk tertulis merupakan hal yang mendasar dan sangat diperlukan siswa dalam kegiatan belajarnya. Kemampuan ini tidak hanya untuk mempelajari mata pelajaran yang bersifat eksak, mata pelajaran noneksak pun sangat memerlukannya. Mata pelajaran noneksak pada umumnya disajikan secara ekspositoris dan panjang-panjang. Bila siswa tidak mampu memahaminya secara baik, maka materi yang disajikan terasa berat dan efek lebih jauh muncul perasaan bosan untuk mempelajari materi-materi pelajaran.
PTK SD Bahasa Indonesia Lemahnya tingkat kemampuan membaca pemahaman siswa merupakan kendala untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, apalagi bila metode pembelajaran yang diterapkan guru kurang tepat, hal ini akan membuat nilai hasil belajar siswa semakin terpuruk berada jauh di bawah batas ketuntasan.
Kenyataan praktis di lapangan ini sangat menarik perhatian penulis, dan sebagai guru kelas tergerak hatinya untuk mengadakan penelitian dengan mengujicobakan teknik skrambel untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa di SD PL Bernardus Semarang.
Teknik skrambel adalah teknik permainan yang berupa aktivitas menyusun kembali atau pengurutan suatu struktur bahasa yang sebelumnya telah dikacaubalaukan. Beberapa macam teknik skrambel yang kita kenal yaitu : (a) skrambel kata, (b) skrambel kalimat, (c) skrambel paragraph dan (d) skrambel wacana ( Suparno 1998:76).
Berdasar prinsip dari sejenis permainan kemudian konsepnya dipinjam untuk kepentingan pengajaran membaca. Sasaran utamanya sama, yakni mengajak anak untuk berlatih menyusun sesuatu agar sesuatu itu menjadi bermakna. Dalam pengajaran membaca, anak diajak untuk berlatih menyusun suatu organisasi tulisan yang secara sengaja dikacaukan, menjadi suatu organisasi tulisan yang utuh dan bermakna, melalui teknik ini di samping anak diajak untuk berlatih memprediksi jalan pikiran penulisan aslinya, juga mengajak anak untuk berkreasi dengan susunan baru yang mungkin lebih baik dari susunan semula.
PTK Bahasa Indonesia Sekolah Dasar SD Dengan dasar pemikiran di atas,alternatif poses belajar dengan teknik skrambel dalam pangajaran membaca adalah “bermain sambil belajar” bukan” belajar sambil bermain”. Kegiatan bermain bukan hanya digemari oleh anak-anak yang masih duduk di sekulah dasar, anak-anak yang berangkat dewasapun menyukainya, bahkan program televisi menayangkan acara permainan menjadi popular. Kegiatan ini selain ada unsur rekreasi juga ada unsur belajar dan berpikir. Oleh karena itu, teknik pengajaran ini akan memungkinkan siswa untuk belajar secara santai dan tidak membuatnya stress atau tertekan. Mereka akan melakukannya dengan senang hati karena mengira sedang bermain-main.
Hal ini sejalan dengan pendapat Subiyantoro ( 2000:2) yang mengatakan bahwa cara yang ditempuh untuk mengajak anak mengakrabi buku adalah sebagai berikut :
(a) Ciptakan lingkungan yang menyenangkan.
(b) Perkenalkan buku-buku baru
(c) Pilih waktu yang tepat
(d) Beri kesempatan untuk merespon isi buku
(e) Berikan bimbingan dalam memahami bacaan
(f) Berikan kesempatan untuk mendiskusikan hasil membaca
(g) Gunakan cara dan waktu yang bervariasi

B. Identifikasi dan Pembatasan Masalah.
Membaca sebagai suatu proses psikologis, ada beberapa faktor internal yang berkaitan erat dengan proses membaca, diantaranya intelegensia,usia, mental,bahasa, kepribadian, sikap, kemampuan persepsi dan tingkat kemampuan membaca anak. Faktor eksternal yang sering dikaitkan dengan keterampilan membaca adalah faktor social ekonomi. Kenyataan menyebutkan siswa-siawi kelas IV D SD PL Bernardus Semarang berasal dari golongan ekonomi menengah ke atas mempunyai kemampuan membaca pemahaman yang rendah. Fasilitas audio visual di rumah menyebabkan siswa kurang berminat membaca.
PTK SD Bahasa Indonesia Membaca merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dapat dipelajari dengan berbagai cara sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh kegiatan membaca tersebut.
Secara umum tujuan membaca mencakup empat tujuan berbahasa berikut. Pertama, tujuan penalaran,menyangkut kesanggupan berpikir dan pengungkapan nilai serta sikap social budaya pendeknya identitas dan kepribadian seseorang. Kedua tujuan instrumental, menyangkut penggunaan bahasa yang dipelajari itu untuk tujuan-tujuan material konkret, umpamanya supaya tahu memakai alat, memperbaiki kerusakan mesin. Ketiga, tujuan integrative, menyangkut seseorang menjadi suatu anggota masyarakat yang menggunakan ( atau dialek ) itu sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Keempat, tujuan kebudayaan terdapat pada orang yang secara ilmiah ingin mengetahui dan memperdalam pengetahuannya tentang kebudayaan atau masyarakat ( Budinuryanta,dkk.1998:11.2.).
Silahkan Juga anda membaca :

Contoh Tesis Manajemen Keuangan dan

Contoh Tesis Manajemen Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>