Ptk bimbingan dan konseling

Ptk bimbingan dan konseling

Ptk bimbingan dan konseling

Abstraks Ptk bimbingan dan konseling Hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Pegandon tahun pelajaran 2006/ 2007. lihat juga tentang ptk ekonomi sma

Ptk bimbingan dan konseling Motivasi merupakan dorongan, suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil. Motivasi menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada manusia, sehingga akan bergayut pada persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak melakukan sesuatu.

Menurut teori social interction, interaksi sosial yang membentuk motivasi kita. Keinginan untuk tampil seragam dengan orang lain yang menjadikan kita berperilaku tertentu. Sedangkan menurut prinsip motivasi teori dari Behavioristik, menyatakan bahwa seorang siswa yang duduk di sekolah tingkat pertama lebih termotivasi dalam belajar kalau penguatan dari teman sebaya daripada guru sendiri (Prayitno 1989: 54). Pendapat lain, menurut Slamet Santosa (2004: 77) di dalam kelompok teman sebaya tidak dipentingkan adanya struktur organisasi, namun diantara anggota kelompok merasakan adanya tanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan kelompoknya.

Mengacu pada teori- teori tersebut di atas, penulis tertarik untuk meneliti hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar. Ptk bimbingan dan konseling Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Pegandon Tahun Pelajaran 2006/ 2007. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pegandon tahun pelajaran 2006/ 2007. Sampel penelitian 43 siswa.

Ptk bimbingan dan konseling Pengambilan sampel dengan teknik proporsional random sampling. Metode pengumpulan data dengan skala psikologi, yaitu skala interaksi sosial dan skala motovasi belajar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil analisis deskriptif persentase interaksi sosial menunjukkan bahwa 18,60 % termasuk kriteria sangat tinggi, 74,42% kriteria tinggi, 4,65% kriteria sedang,dan 2,33% dalam kriteria rendah. Sedangkan deskriptif persentase motivasi belajar menunjukkan bahwa 51,16% termasuk kriteri sangat tinggi, 46,51% kriteria tinggi, danĀ  2,33% kriteria sedang. Mengacu pada hasil penelitian, diharapkan kepada guru pembimbing untuk dapat memanfaatkan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya guna memotivasi siswa dalam belajar.

Ptk bimbingan dan konseling Karena interaksi dengan kelompok teman sebaya mampunyai pengaruh yang besar dalam perkembangan pemikiran siswa. Dengan interaksi ini, siswa dapat membandingkan pemikiran dan pengetahuannya denganĀ  orang lain. Siswa semakin tertantang untuk memperkembangkan pemikiran dan pengetahuannya sendiri. Ptk bimbingan dan konseling Tantangan kelompok akan membantu anak melakukan asimilasi dan akomodasi terhadap skema pengetahuan yang telah dimilikinya.

This entry was posted in Penelitian Tindakan Kelas SMP. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>