PTK BAHASA INDONESIA

Ptk Bahasa Indonesia Selamat datang di blog penelitian tindakan kelas dot net. Pada postingan kali saya akan memposting beberapa ptk terbaru khususnya Ptk Bahasa Indonesia. Postingan ptk kali selain berdasaran mata pelajaran juga berdasarkan tingkatan sekolah Jadi dalam blog ini anda akan mendapatkan Ptk Bahasa Indonesia SD, Ptk Bahasa Indonesia SMP dan Ptk Bahasa Indonesia SMA.

Yang pertama akan saya posting adalah Ptk Bahasa Indonesia SD diantaranya dengan judul-judul di bawah ini :

  1. Peningkatan Keterampilan Membaca  Melalui Pendekatan Pengalaman Berbahasa  Pada Siswa Kelas I SD Negeri I ABCDEF  Kabupaten XYZ Tahun Pelajaran ——
  2. Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Dengan Teknik Skrambel  Pada Siswa Kelas IV D SD ABCDEF  Tahun Pelajaran ——-
  3. Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Bacaan Berbahasa Jawa  Dengan Strategi DRTA (Directed Reading Thingking Activity)  Pada Siswa Kelas V SD N ABCDEF

Silahkan anda simak ya . . .

1.1  Latar Belakang

Ptk Bahasa Indonesia Pada dasarnya keterampilan membaca sangat memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, karena pengetahuan apapun tidak dapat dipisahkan dari kegiatan membaca. Hal ini dikarenakan bahwa semua cabang ilmu pengetahuan yang ada, disajikan dalam bentuk bahasa tulis yang dikemas dalam bentuk sebuah buku Oleh sebab itulah, penguasaan keterampilan membaca sangat diperlukan setiap orang agar ia dapat mentransfer semua ilmu pengetahuan dari buku ke dalam pikirannya. Jadi tanpa keterampilan membaca semua pengetahuan akan terasa sia-sia dan tak bermanfaat. Sejalan dengan hal itu, Tarigan (1998:4.1) menyebutkan bahwa membaca sangat fungsional dalam hidup dan kehidupan manusia. Membaca adalah kunci ke arah gudang ilmu. Siapa pintar membaca dan banyak membaca maka yang bersangkutan banyak ilmu pengetahuan dan pengalaman.

Dewasa ini kebiasaan membaca pada kebanyakan anggota masyarakat Indonesia belum berkembang dengan baik. Kecenderungan orang untuk mendapatkan informasi melalui komunikasi lisan tampak lebih kuat ketimbang melalui komunikasi tulis. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa minat dan kebiasaan membaca di kalangan masyarakat Indonesia relatif masih rendah. Kegiatan membaca belum membudaya. Demikian juga yang terjadi di sekolah. Kadang-kadang menurunnya prestasi belajar siswa bukan disebabkan oleh ketidakmampuannya mengikuti pelajaran, melainkan oleh kemalasannya belajar mandiri melalui kegiatan aktif membaca. Seperti kita ketahui bahwa membaca adalah cara yang paling efektif untuk belajar mandiri (Mulyati 1998:4.7) Ptk Bahasa Indonesia.

Ptk Bahasa Indonesia Mengingat betapa besarnya peran membaca dalam keberhasilan seseorang, maka upaya pembinaan untuk meningkatkan keterampilan, minat, dan kebiasaan membaca seseorang perlu dilakukan sejak dini. Sekolah dasar merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang turut andil dalam menentukan keberhasilan prestasi membaca yang berpengaruh serta tehadap keberhasilan belajar selanjutnya. Ptk Bahasa Indonesia Tak hanya keberhasilan membaca dan bahasa saja melainkan keberhasilan pada prestasi ilmu lain seperti IPA, matematika, sosial, dan cabang ilmu lainnya (Paa 1998:2.1)

Mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah salah satu mata pelajaran pokok pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi. Mata pelajaran ini merupakan sarana untuk menumbuhkembangkan dan meningkatkan keterampilan berbahasa siswa (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1993:17), khususnya meningkatkan keterampilan membaca, yang menjadi salah satu bidang garapannya.

Ptk Bahasa Indonesia Kelas 1 SD adalah jenjang pendidikan awal, di sini mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia lebih dititikberatkan pada kemampuan membaca siswa.  Di kelas ini, materi membaca diberikan selama 48 jam tiap semester dengan rata-rata 4 x pertemuan tiap minggu. Ini berarti bahwa dalam mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang total diberikan 180 jam persemester, materi membaca mendapatkan jatah waktu yang lebih banyak daripada materi lain.

Ptk Bahasa Indonesia Materi membaca diberikan di kelas 1 SD, dengan tujuan agar anak didik mampu mengenal huruf, selanjutnya merangkainya menjadi sebuah kata, kemudian menjadi sebuah kalimat yang harus ia pahami maknanya. Secara sederhana membaca di kelas 1 SD lebih ditekankan pada upaya anak “melek huruf”. Artinya, mendidik anak agar anak dapat mengenali dan mengubah lambang-lambang tertulis menjadi bunyi-bunyi yang bermakna (Supriyadi 1996:128).

Ptk Bahasa Indonesia Praktik pengajaran membaca di kelas 1 SD tidaklah mudah seperti pelaksanaan pengajaran di SLTP dan SMA, kondisi psikologis mereka yang masih labil adalah faktor utama penyebab kegagalan dalam pengajaran membaca di kelas 1 SD. Hal ini berakibat pada kegagalan tujuan pengajaran membaca yang tidak tercapai secara maksimal. Berbagai metode dan pendekatan pengajaran membaca sudah diujicobakan sebagai upaya untuk mengatasi dan memperbaiki kualitas membaca mereka. Akhirnya metode dan pedekatan itu tidak dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Ptk Bahasa Indonesia Siswa kelas 1 SD Negeri Masaran 1 Kabupaten Sragen, adalah salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Sragen yang mengalami masalah dengan pengajaran membaca. Dari hasil wawancara dengan guru wali kelas, yang sekaligus  sebagai guru pengajar materi membaca di kelas 1, diperoleh kesimpulan bahwa prestasi membaca mereka sangatlah rendah. Rendahnya kualitas membaca mereka teridentifikasi dari kecepatan membaca, rendahnya minat baca, dan kualitas membaca mereka yang masih terbata-bata, serta rendahnya pemahaman terhadap isi bacaan.

Salah satu upaya yang telah dilakukan guru untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan menyuruh siswa agar selalu berlatih membaca dan meningkatkan intensitas membacanya. Dengan demikian, diharapkan kualitas membaca siswa dapat berangsur membaik dan akhirnya diperoleh prestasi membaca siswa yang lebih baik dari sebelumnya Ptk Bahasa Indonesia.

Ptk Bahasa Indonesia Upaya yang guru lakukan sebenarnya tidak keliru, karena secara teori, orang yang sering membaca kualitas membacanya akan berangsur menjadi lebih baik. Namun tidak demikian halnya dengan masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru di SD ini. Setelah dimotivasi, bukannya siswa menuruti anjuran guru untuk terus berlatih membaca, tetapi justru mereka semakin enggan untuk melakukan aktivitas membaca. Ketika disuruh membaca, meskipun dengan bersusah payah dan terbata-bata, mereka sanggup menyelesaikannya. Akan tetapi, ketika ditanya apa isi bacaan yang baru saja dibaca, mereka hanya diam dan kelihatan bingung. Masalah ini sebenarnya bukan masalah intern yang hanya dialami oleh siswa dan guru kelas 1 di SD Negeri 1 Masaran saja, melainkan selalu terjadi setiap tahun ajaran baru pada jenjang pendidikan yang sama tanpa mengenal batas lokasi sekolah.Ptk Bahasa Indonesia  Informasi ini diperoleh dari keterangan guru pengajar kelas 1 di SD Negeri I Masaran.

Ptk Bahasa Indonesia Dari evaluasi yang telah dilakukan guru, diperoleh kesimpulan bahwa keengganan membaca, rendahnya minat baca, serta rendahnya prestasi membaca siswa, disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini adalah, (1) ketidakcocokkan bahan ajar membaca (wacana/bacaan) yang disajikan oleh guru. Meskipun pemilihan bahan ajar membaca (wacana/bacaan) ini sudah dilakukan dengan sangat selektif. Guru sering mengambil wacana dari  buku teks yang diterbitkan oleh Departeman Pendidikan Nasional maupun dari buku teks yang diterbitkan oleh penerbit yang terkenal “bonafit” dalam mencetak buku teks untuk kelas 1 sekolah dasar, serta dari sumber-sumber lainnya; (2) kosakata yang digunakan dalam wacana tidak dikenal oleh siswa; dan (3) struktur kalimat yang tidak sesuai untuk anak kelas 1 sekolah dasar. Ketiga faktor inilah yang disebut sebagai faktor dominan yang menyebabkan tujuan pengajaran membaca di kelas 1 SD Negeri 1 Masaran yang sudah dirumuskan dalam kurikulum, tidak dapat tercapai secara maksimal.

Ptk Bahasa Indonesia Pendekatan pengalaman berbahasa adalah salah satu pendekatan pengajaran membaca yang memang diformulasikan untuk meningkatkan minat baca dan prestasi membaca siswa sekolah dasar kelas rendah (kelas 1 dan kelas 2). Pendekatan yang didasarkan atas pengalaman anak dalam menggunakan bahasanya ini, melalui prosesnya dalam kegiatan belajar mengajar, diharapkan dapat menemukan dan mengembangkan bahan pelajaran membaca yang cocok untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. Karena dalam proses belajar mengajar membaca yang dikembangkan melalui pendekatan pengalaman berbahasa ini, dapat dihasilkan sebuah bahan ajar membaca yang secara serempak bisa mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sekaligus (Muchlisoh 1996:223-224). Selain itu, bahan ajar membaca yang dihasilkan dalam proses belajar mengajar melalui pendekatan pengalaman berbahasa akan menghasilkan sebuah wacana yang sesuai dengan pengalaman, minat, lingkungan, kebutuhan, dan kemampuan siswa kelas 1 sekolah dasar. Hal ini sesuai dengan pendapat Tarigan tentang syarat bahan ajar membaca, karena dalam pengajaran membaca yang didesain dengan pendekatan pengalaman berbahasa ini, anak-anaklah yang menentukan dan mengembangkan wacana, maka jelas bahwa wacana yang dihasilkan dalam pendekatan pengalaman berbahasa akan memiliki isi, kosakata, dan struktur kalimat yang sesuai dengan anak usia 7 tahun (siswa kelas 1 SD).

Dengan adanya beberapa keunggulan-keunggulan tentang pengajaran membaca yang didesain dengan pendekatan pengalaman berbahasa seperti yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini akan mengujicobakan pendekatan pengalaman berbahasa untuk mengatasi permasalahan tentang prestasi membaca yang sedang dialami oleh siswa dan guru kelas 1 SD Negeri Masaran I, dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas (action research).

1.2  Identifikasi Masalah Ptk Bahasa Indonesia

Pengajaran bahasa dan sastra Indonesia merupakan mata pelajaran inti/pokok yang wajib diberikan kepada siswa dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi. Mata pelajaran ini juga wajib diberikan di sekolah umum pemeritah, swasta, sampai sekolah kejuruan, dan madrasah.

Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam situasi formal maupun nonformal,  dalam bentuk lisan maupun tertulis Ptk Bahasa Indonesia.

Secara konkretnya keberhasilan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia akan tercapai apabila siswa berhasil meningkatkan kemampuan berbahasa yang terwujud  dalam empat keterampilan berbahasa. Keberadaan keterampilan berbahasa ini tidak dapat dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itulah, pengukuran keempatnya harus seimbang dan disesuaikan dengan pedoman atau patokan penilaian yang berlaku dan disepakati oleh Departeman Pendidikan Nasional Ptk Bahasa Indonesia.

Kelas 1 SD merupakan saat anak masih dalam tahap peka bahasa. Artinya pada usia ini, anak akan lebih mudah menerima dan mudah dalam belajar bahasa dari pada anak usia setingkat di atasnya. Akibatnya perkembangan bahasa mereka menjadi sangat pesat. Maka dari itu,, sangatlah tepat jika pengajaran membaca diberikan pada usia ini, serta perlu mendapatkan porsi yang lebih banyak dari pada mata pelajaran lain.

Ptk Bahasa Indonesia Membaca adalah salah satu keterampilan berbahasa yang menjadi bagian dalam pokok bahasan pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas 1 SD. Materi ini merupakan materi inti yang harus diberikan guru melebihi materi lain dalam subpokok bahasan bahasa dan sastra Indonesia. Hal ini dikarenakan fungsi membaca yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan dan keberhasilan pendidikan siswa selanjutnya. Oleh sebab itulah, materi membaca harus diberikan pada jenjang pendidikan kelas rendah, sebagai landasan, bekal, dan dasar segala tingkatan pendidikan formal.

Dalam pelaksanaan pengajaran membaca di kelas rendah, tidak semudah melakukan pengajaran membaca di kelas tinggi. Banyak kendala yang harus dihadapi oleh guru agar siswanya menjadi terampil dan pandai membaca. Kesalahan kecil yang dilakukan guru dalam menyampaikan materi membaca kepada anak didiknya, akan terbawa sampai ke jenjang pendidikan berikutnya apabila guru tidak segera membetulkan kekeliruan itu. Karena biasanya pada usia ini anak akan lebih mudah menerima ilmu dan mudah percaya terhadap materi yang diberikan guru, maka kesalahan itu akan terpatri di dalam benak siswa sampai ia dewasa nanti Ptk Bahasa Indonesia.

Ptk Bahasa Indonesia Siswa dan guru kelas 1 SD Negeri I Masaran adalah salah satu dari sekolah dasar yang mengalami masalah dengan pengajaran membaca. Masalah ini berakar dari ketidaksesuaian bahan ajar membaca (wacana) yang diberikan oleh guru kepada siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Ketidakcocokan ini mengakibatkan rendahnya minat baca dan prestasi membaca anak. Menurut keterangan guru yang mengampu di kelas ini, masalah prestasi membaca yang disebabkan karena ketidakcocokan bahan ajar atau bacaan selalu terjadi setiap tahun tanpa mengenal batas lokasi sekolah.

Ptk Bahasa Indonesia Dengan dasar uraian di atas, diketahui ada beberapa masalah yang muncul dan berkaitan dengan masalah pengajaran membaca yang diakibatkan karena ketidakcocokan bahan ajar membaca yang disajikan guru. Masalah-masalah itu di antaranya adalah sebagai berikut.

(1) Bagaimanakah bahan ajar membaca yang sesuai bagi siswa kelas 1 sekolah dasar yang dapat menarik minat baca siswa dan meningkatkan prestasi membacanya?

(2) Metode pengajaran membaca apakah yang dapat meningkatkan minat baca sekaligus dapat meningkatkan kemampuan membaca  siswa kelas 1 sekolah dasar?

(3) Media belajar apakah yang dapat merangsang anak untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan membacanya?

(4) Pendekatan belajar apakah yang dapat menarik siswa kelas rendah untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan membacanya?

Ptk Bahasa Indonesia Beberapa masalah di atas adalah masalah yang kiranya dapat muncul atas latar belakang permasalahan yang telah diuraikan. Semua masalah tersebut adalah masalah-masalah yang dapat dicari solusinya, tergantung sejauh mana usaha guru menyikapinya serta sejauh mana usaha itu membuahkan hasil.

Sebagai seorang calon guru, diharuskan untuk dapat mencari, menimbang, menyeleksi, memilih, menentukan, dan menggunakan pendekatan pengajaran membaca yang cocok dan sesuai dengan kemampuan dan karakter anak didik kita, Hal ini disebabkan masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung kebutuhan belajar dan subjek didiknya.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti akan mencari solusi atas permasalahan pengajaran membaca yang muncul akibat dari kidakcocokkan bahan ajar membaca yang mengakibatkan rendahnya kemampuan membaca siswa, terutama yang dialami oleh siswa kelas 1 di SD Negeri I Masaran. Solusi atas permasalahan ini adalah dengan mengujicobakan salah satu pendekatan pengajaran bahasa, khususnya pengajaran membaca terhadap siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri I Masaran. Pendekatan ini adalah pendekatan pengalaman berbahasa yang pada dasarnya adalah pendekatan yang didesain untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan membaca siswa sekolah dasar kelas rendah. Di dalam proses pengajaran membaca yang menggunakan pendekatan ini, siswa secara serempak akan dapat mengembangkan keempat keterampilan berbahasa sekaligus. Kemudian melalui prosesnya akan diperoleh sebuah bahan ajar membaca yang sesuai dengan siswa kelas rendah, karena wacana yang dihasilkan dalam pendekatan ini adalah wacana yang dikembangkan oleh siswa itu sendiri dengan stimulan dari gurunya.

1.3  Pembatasan Masalah Ptk Bahasa Indonesia

Dari keempat masalah yang telah diidentifikasi pada subbab identifikasi masalah di atas, dalam penelitian ini hanya akan dibahas tentang bagaimana solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan tentang rendahnya minat baca dan kemampuan membaca siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri I Masaran dengan pendekatan pengalaman berbahasa, yang didesain dengan penelitian action research (penelitian tindakan kelas). Ptk Bahasa Indonesia

Yang dimaksud dengan kemampuan membaca siswa kelas 1 sekolah dasar adalah kemampuan membaca yang dititikberatkan pada penilaian kualitas membaca siswa, seperti (1) pengucapan kosakata bahasa Indonesia secara tepat, (2) penguasaan tanda baca (pungtuasi), (3) dapat membaca tanpa tertegun-tegun atau terbata-bata, (4) keajegan volume suara, (5) kestabilan kecepatan membaca, (6) tingkat pemahaman isi bacaan, (7) perilaku siswa pada saat proses dan saat belajar mengajar membaca berlangsung yang didasarkan atas pedoman diagnosis perilaku membaca siswa. Ptk Bahasa Indonesia Penilaian ini sebatas mengukur apakah ada peningkatan kemampuan membaca siswa kelas 1 SD Negeri I Masaran yang didasarkan atas perbandingan hasil belajar melalui evaluasi yang dilakukan pada pengajaran membaca siklus 1 dengan evaluasi hasil belajar yang dilakukan pada pengajaran membaca siklus 2. Pengajaran membaca kedua siklus didesain dengan pendekatan pengalaman berbahasa.

1.4  Rumusan Masalah Ptk Bahasa Indonesia 

Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

(1) Apakah kemampuan membaca siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri I Masaran Kabupaten Sragen dapat ditingkatkan melalui pendekatan pengalaman berbahasa?

(2) Bagaimanakah perubahan perilaku siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri I Masaran Kabupaten Sragen setelah mengikuti pembelajaran membaca dengan pendekatan pengalaman berbahasa?

1.5  Tujuan Penelitian Ptk Bahasa Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk,

(1) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca siswa kelas I Sekolah Dasar Negeri I Masaran, setelah pembelajaran membacanya didesain dengan pendekatan pengalaman berbahasa.

(2) Mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri I Masaran, setelah pengajaran membacanya didesain dengan pandekatan pengalaman berbahasa.

1.6 Manfaat Penelitian Ptk Bahasa Indonesia

Ptk Bahasa Indonesia Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi pelaku pendidikan khususnya di jenjang pendidikan sekolah dasar yang meliputi manfaat secara teoretis dan manfaat secara praktis.

1.6.1 Secara Teoretis Ptk Bahasa Indonesia 

Secara teoretis penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan teori terhadap pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia khususnya yang berkaitan dengan pengajaran membaca di kelas 1 sekolah dasar Ptk Bahasa Indonesia .

1.6.2 Secara Praktis Ptk Bahasa Indonesia

Ptk Bahasa Indonesia Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan pengajaran membaca yang sedang dihadapi guru dan siswa kelas 1 di SD Negeri I Masaran Kabupaten Sragen, dengan pendekatan pengalaman berbahasanya.

1.6.2.1 Bagi Guru Ptk Bahasa Indonesia 

Ptk Bahasa Indonesia Bagi guru penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang bahan ajar membaca dan pendekatan pengajaran membaca yang cocok dan sesuai untuk siswa kelas 1 SD, khususnya guru kelas 1 SD Negeri 1 Masaran Kabupaten Sragen. Guru tidak perlu bersusah payah mencari bacaan dari sumber lain yang belum tentu memiliki keterandalan bahan ajar yang tinggi. Selain itu, guru tidak perlu mencari metode dan teknik pengajaran membaca untuk kelas 1 SD, karena pendekatan pengalaman berbahasa diyakini mampu meningkatkan prestasi membaca siswa.

Bagi guru SD Negeri 1 Masaran penelitian ini sekaligus dapat dijadikan solusi atas permasalahan pengajaran membaca yang sedang dialaminya.

1.6.2.2 Bagi Siswa Ptk Bahasa Indonesia 

Bagi siswa penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan tentang wacana sebagai bahan ajar membaca yang sesuai dengan pengalaman, lingkungan, minat, kemampuan, dan kebutuhan siswa, sehingga siswa tidak merasa asing dengan bacaan yang dijadikan sebagai bahan ajar membaca. Dengan demikian, akhirnya akan diperoleh hasil belajar siswa yang meningkat serta tujuan pengajaran membaca yang telah dirumuskan dalam kurikulum akan tercapai secara maksimal.

1.6.2.3 Bagi Sekolah Ptk Bahasa Indonesia

Ptk Bahasa Indonesia Bagi sekolah penelitian ini akan memberikan solusi ke depan tentang pengajaran membaca di kelas 1 SD, karena masalah pengajaran membaca di kelas rendah selalu terjadi dari tahun-ketahun tanpa mengenal batas lokasi sekolah, yang tidak hanya terjadi di SD Negeri 1 Masaran saja.

This entry was posted in Ptk Bahasa Indonesia and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to PTK BAHASA INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>