Proposal Penelitian Tindakan Kelas

Proposal Penelitian Tindakan Kelas merupakan bagian saja yaitu bab 1 dari keseluruhan ptk yang kami posting di sini. Mungkin pada postingan selanjutanya saya akan postong bab 2, bab 3 dan selanjutnya dari Proposal Penelitian Tindakan Kelas ini.

Selamat membaca  Proposal Penelitian Tindakan Kelas ini :

Latar Belakang

Sejak dulu selalu dibicarakan masalah cara mengajar guru di kelas. Cara mengajar dipakainya dengan istilah metode mengajar. Metode diartikan cara. Jika diperhatikan berbagai metode yang dikenal dalam dunia pendidikan atau pembelajaran dan jumlahnya makin mengembang, maka dipertanyakan apakah metode itu. Ada beberapa jawaban untuk itu di antaranya, “Cara-cara penyajian bahan pembelajaran”. Dalam bahasa Inggris disebut “method”. Dalam kata metode tercakup beberapa faktor seperti, penentuan urutan bahan, penentuan tingkat kesukaran bahan, dan suatu sistem tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Di samping istilah metode yang diartikan sebuah “cara” ; bahkan ada yang menggunakan istilah “model”.
Pada umumnya metode lebih cenderung disebut sebuah pendekatan. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata “approach” yang dimaksudnya juga “pendekatan”. Di dalam kata pendekatan ada unsur psikhis seperti halnya yang ada pada proses belajar mengajar. Semua guru profesional dituntut terampil mengajar tidak semata-mata hanya menyajikan materi ajar. lapun dituntut memiliki pendekatan mengajar sesuai dengan tujuan instruksional. Menguasai dan memahami materi yang akan diajarkan agar dengan cara demikian pembelajar akan benar-benar memahami apa yang akan diajarkan. Piaget dan Chomsky berbeda pendapat dalam hal hakikat manusia. Piaget memandang anak-akalnya-sebagai agen yang aktif dan konstruktif yang secara perlahan-lahan maju dalam kegiatan usaha sendiri yang terus-menerus. Keduanya tidak menyukai pendekatan-pendekatan psikologis yang lebih awal. Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) menuntut keterlibatan mental siswa terhadap bahan yang dipelajari. Pendekatan CBSA menuntut keterlibatan mental vang tinggi sehmgga terjadi proses-proses mental yang berhubungan dengan aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomolorik. Melalui proses kognitif pembelajar akan memiliki penguasaan konsep dan prinsip.

Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan CBSA ? Konsep CBSA yang dalam bahasa Inggris disebut Student Active Learning (SAL) dapat membantu pengajar meningkatkan daya kognitif pembelajar. Kadar aktivitas pembelajar masih rendah dan belum terpogram. Akan tetapi dengan CBSA para pembelajar dapat melatih diri menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Tidak untuk dikerjakan di rumah tetapi dikerjakan dikelas secara bersama-sama.

GBHN 1993 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional untuk meningkatkan  kualitas manusia.  Untuk itu perlu dikembangkan iklim belajar dan mengajar  yang dapat menumbuhkanrasa percaya diri dan budaya belajar di kalangan masyarakat yang pada gilirannya dapat menumbuhkan sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif serta keinginan untuk maju.  Untuk mencapai tujuan belajar tersebut iklim belajar mengajar di SD  perlu dibenahi.  Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pembelajaran masih bersifat eksposisi yakni model pembelajaran yang berpusat pada guru, sedangkan keberadan siswa sebagai anak yng aktif dan kreatif masih kurang diperhatikan.  Suasana saat guru mengajar anak terfokus pada guru, pasif dan susana tenang.  Materi pelajaran terpisah-pisah.  Salah satu akibat dari model pembelajaran tersebut cenderung membuat anak pasif.  Guru belum mampu mengembangkan karakteristik anak. Sehubungan dengan karakteristik anak Abimanyu (1996:  2) menyatakan bahwa karakteristik anak SD terutama kelas rendah masih membutuhkan sosial dan emosional seperti di lingkungan keluarganya, pengamatan, dan persepsi yang masih global dan selalu aktif melakukan aktivitas.  Selanjutnya Semiawan dan Munandar (1987:12) menyatakan bahwa anak kecil pada dasarnya sagat kreatif namun kenyataan meningkatnya usia anak kreativitasnya bukan meningkat tetapi justru menurun makin lama anak duduk di sekolah makin tidak kreatif.

Pendapat di atas menimbulkan pertanyaan bagi para pendidik, bahwa sejauh mana pendidikan formal menunjang atau menghambat kreativitas seorang anak.  Karena itu penulis tertarik untuk mengadakn penelitian tindakan di SD kelas rendah. Penelitian tindakan yang dilakukan  untuk mengetahui aktivitas dan kreativitas siswa dalam belajar PKn. Pendekatan pembelajaran dalam penelitian tindakan ini menggunakan model pembelajaran terpadu, dengan  asumsi bahwa pembelajaran terpadu dapat meningkatkan siswa belajar aktif dan kreatif.  Dalam pembelajaran terpadu perolehan belajar siswa lebih bermakna dan siswa terlibat secara penuh dalam belajar. Model pembelajaran terpadu diterapkan dalam mata pelajaran PKn karena mata pelajaran PKn sarat nilai dan norma sehingga ada asumsi mata pelajaran ini kurang menarik dan sering bersifat indoktrinasi.  Asumsi tersebut kurang tepat karena mata pelajaran yang tujuannya penanaman nilai moral dapat dilakukan dengan menarik, dan tidak membosankan, dapat membuat anak aktif dan kreatif dalam belajar.

Dari uraian di atas, saat ini pembelajaran PKn di kelas 1 SD Negeri Cumedak 02 masih menggunakan model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru sehingga keaktifan dan kreatifitas siswa kurang atau bahkan tidak muncul dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui sejauh mana pendekatan CBSA dapat mengaktifkan siswa serta menumbuhkan kreatifitas yang pada akhirnya membuahkan prestasi yang maksimal dengan mengadakan penelitian tindakan kelas yang berjudul Penerapan Pendekatan CBSA Pada Mata Pelajaran PKn Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Kreatifitas Siswa Kelas I SDN Cumedak 02 Sumberjambe Jember.

 

1.2  Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang diatas maka dirumuskan permasalahnnya sebagi berikut:

  1. Bagaimanakah cara meningkatkan keaktifan dan kreatifitas siswa dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas 1 SD Negeri Cumedak 02   Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember ?
  2. Bagaimanakah pengaruh penerapan pendekatan CBSA dalam membantu siswa meningkatkan keaktifan dan kreatifitas dalam pembelajaran PKn siswa kelas 1 SD Negeri Cumedak 02  Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember ?

 

1.3  Tujuan Perbaikan

Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Ingin mengetahui bagaimana keaktifan dan kreatifitas siswa setelah diterapkannya pendekatan CBSA dalam mata pelajaran PKn pada siswa kelas 1 SD Negeri Cumedak 02 Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember.
  2. Ingin mengetahui pengaruhnya pendekatan CBSA dalam meningkatkan keaktifan dan kreatifitas siswa setelah diterapkan dalam mata pelajaran PKn pada siswa kelas 1 SD Cumedak 02 Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember.

 

1.4  Manfaat Perbaikan

Adapun maksud diadakannya penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai:

  1. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang peranan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa belajar PKn
  2. Sumbangan pemikiran bagi guru dalam proses belajar-mengajar dan meningkatkan pemahaman siswa belajar PKn di SD Negeri Cumedak 02 Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember.
  3. Menerapkan model dan metode yang tepat sesuai dengan materi pelajaran PKn.
This entry was posted in Proposal Penelitian Tindakan Kelas and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Proposal Penelitian Tindakan Kelas

  1. angger says:

    mohon contoh penilaian tindakan kelas metude demonstrasi pada pembelajaran IPA

  2. julipurwanti says:

    trimakasih atas artikel ini , mudah-mudahan lain waktu artikelnya dikembangkan dan lebih detail lagi

  3. teguhbudiyanto says:

    thank’s.
    minta contoh ptk metode demontrasi pada pembelajaran ips smp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>