Prinsip-prinsip Dasar PTK

Berdasarkan pengertian, tujuan, dan karakteristik PTK yang telah dikemukakan, konsep PTK menjadi semakin jelas bagi Anda bukan? Dengann pemahaman yang lebih baik tentang PTK tersebut, Anda tentu dapat mengidentifikasikan prinsip-ptinsip PTK.

Tugas 2

  1. Cobalah identifikasi prinsip-prinsip PTK bersama teman diskusi kelompok Anda (tiap kelompok 3-4 orang)!
  2. Bandingkan hasil kerja kelompok Anda dengan sejumlah prinsip dasar dalam PTK yang dikemukakan berikut ini

Menurut Kasihani (2001), prinsip penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut

(1)      PTK tidak boleh mengganggu tugas mengajar guru. PTK justru dilakukan guru unruk memperbaiki kegiatan belajar mengajar.

(2)      Dalam melakukan PTK, pengumpulan data tidak boleh menyita terlalu banyak waktu. Agar proses pengumpulan data tidak menyita banyak waktu, peneliti seharusnya sudah merasa pasti dalam memilih tehnik yang tepat, termasuk pengumpulan data sebelum PTK dimulai. Instrumen, panduan, danformat yang diperlukan sudah dipersiapkan sebelumnya.

(3)      Metode yang dipakai harus tepat dan terpercaya. Bila metode tepat, guru dapat memformulasikan hipotesis tindakan dan mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya.

(4)      Masalah penelitian yang harus ditangani guru harus merupakan masalah yang memang dihadapinya. Masalaj harus menarik bagi peneliti dan merupakan masalah yang faktual dan layak diangkat dalam penelitian.

(5)      PTK tidak boleh menyimpang dari prosedur etika di lingkungan kerjanya. Misalnya, negoisasi dengan orang-orang yang hasil karyanya digunakan, minta izin menggunakan dokumen tertentu, membuat laporan kemajuan, dan terbuka kepada teman guru lain.

(6)      PTK berorientasi pada perbaikan pendidikan dengan melakukan perubahan yang dituangkan dalam “tindakan”. Untuk itu, kesiapan guru untuk berubah merupakan syarat penting bila akan melakukan perbaikan. Sementara itu, pada kenyataannya, mengubah sikap atau kebiasaan memerlukan keerbukaan dan waktu yang cukup lama karena memerlukan kesadaran dan keinginan untuk melihat kelemahan diri sendiri dan mau memperbaiki diri.

(7)      PTK merupakan suatu proses belajar yang sistematik. Penelitian ini memerlukan kemampuan dan keterampilan intelektual. Proses belajar menggunakan pemikiran kritis sudah dimulai sejak penentuan masalah, perencanaan tindakan baik yang bersifat teoretik maupun praktis, yang kemudian dikembangkan menjadi tindakan pendidikan.

(8)      PTK menuntut guru membuat jurnal pribadi. Ia mencatat semua kemajuan atau perubahan, persoalan yang dihadapi, dan hasil refleksi tentang proses belajar siswa serta pelaksanaan penelitian. Semua yang terjadi di kelas perlu direkam.

(9)      PTK sebaiknya dimulai dengan hal-hal yang sederhana terlebih dahulu, tetapi nyata. Dengan demikian, siklus dimulai dari yang kecil sehingga perecanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi dapat membuat ide dan asumsi menjadi lebih jelas.

(10)  Dalam PTK, guru perlu melihat dan menilai diri sendiri secara kritis terhadap apa yang dikerjakan di kelasnya. Dengan melihat unjuk kerjanya sendiri, kemudian di refleksi dan diperbaiki, guru akhirnya menjadi lebih terampil dalam melakukan profesinya. Keterbukaan inilah yang merupakan kunci keberhasilan suatu penelitian praktis dalam kacah kelas.

Sementara itu, menurut Suharsimi Arikunto (2006), prinsip penelitian tindakan kelas melputi hal-hal sebagai berikut.

(1)   Kegiatan nyata dalam situasi rutin

Penelitian tindakan dilakukan oleh peneliti tanpa mengubah situasi rutin. Mengapa demikian? Jika penelitian dilakukan dalam situasi lain, hasilnya tidak dijamin dapat dilaksanakan lagi dalam situasi aslinya atau dengan kata lain penelitiannya tidak dilakukan dalam situasi wajar. Oleh karena itu, dalam melakukan PTK tidak perlu menggunakan waktu khusus dan tidak perlu mengubah jadwal yang sudah ada. Selain itu, hal yang dilaksanakan dalam PTK harus berkaitan dengan profesi guru.

(2)   Kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja

Penelitian tindakan didasarkan pada sebuah filosofi bahwa setiap manusia tidak suka hal-hal yang statis atau selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik. Peningkatan diri untuk hal yang lebih baik ini dilakukan secara terus menerus sampai tujuan tercapai, tetapi sifatnya hanya sementara karena dilanjutkan lagi dengan keinginan untuk lebih baik yang datang susul-menyusul.

(3)   SWOT sebagai dasar berpijak

Penelitian tindakan harus dimulai dengan melakukan analisis SWOT, terdiri atas unsur-unsur S-Strenght (kekuatan), W-Weaknesses (kelemahan), O-Opportunity (kesempatan), dan T-Treat (ancaman). Keempat hal tersebut dilihat dari sudut guru yang melaksanakan maupun siswa yang dikenai tindakan. Dengan berpijak pada hal tersebut, penelitian tindakan dapat dilaksanakan hanya apabila ada kesejalanan antara kondisi yang ada pada guru dan juga pada siswa. Tentu saja pekerjaan guru sebelum menentukan jenis tindakan yang akan diujicobakan memerlukan pemikiran yang matang.

(4)   Upaya empiris dan sistematik

Prinsip ini merupakan penerapan prinsip ketiga. Dengan telah dilakukannya analisis SWOT, tentu saja apabila guru melakukan PTK berarti sudah mengikuti prinsip empiris (terkait dengan pengalaman) dan sistematis, berpijak pada unsur-unsur yang terkait dengan objek yang sedag digarap. Pembelajaran adalah sebuah sistem yang keterlaksanaannya di dukung oleh unsur-unsur yang saling terkait. Jika gurumengupayakan cara mengajar baru, ia juga harus memikirkan tentang sarana pendukung yang berbeda, mengubah jadwal pelajaran , dan hal-hal lain yang terkait dengan cara baru yang diusulkan tersebut.

(5)   Prinsip SMART dalam perencanaan

SMART (Ingg.) berarti ‘cerdas’. Namun, dalam proses perencanaan kegatan merupakan singkatan dari lima huruf bermaksa. Maka dari masing-masing huruf tersebut adalah sebagai berikut.

S - Spesific: khusus, tidak terlalu umum;

M - Manageble: dapat dikelola, dilaksanakan;

A – Acceptable: dapat diterima di lingkungan, atauAchievable: dapat dicapai, dijangkau;

R - Realistic: operasional, tidak diluar jangkauan; dan

T - Time-bound: diikat oleh waktu, terencana

Berdasarkan pendapat di atas, secara ringkas dapat dseranaikan prinsip PTK sebagai berikut.

(1)         Tidak mengganggu komitmen mengajar.

(2)         Tidak terlalu menyita waktu.

(3)         Masalah nyata dihadapi guru.

(4)         Dimulai dari hal-hal sedehana.

(5)         Metodenya andal:

(a)    Identifikasi dan rumusan hipotesis meyakinkan;

(b)   Strategi dapat diterapkan di kelas.

(6)         Pilihan tidankalan dapat dilaksanakan

(7)         Terikat oleh waktu (terencana).

(8)         Konsisten terhadao prosedur etika

(9)         Berorientasi pada perbaikan masalah.

(10)     Proses belajar sistematik.

(11)     Guru perlu membuat jurnal untuk mencatat perubahan.

(12)     Guru memiliki kemampuan reflektif.

This entry was posted in Penelitian Tindakan Kelas and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>