Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Bab 2

Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Bab 2 dari judul PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN TEKNIK LATIHAN TERBIMBING BERDASARKAN ILUSTRASI TOKOH IDOLA SISWA KELAS X.4 SMA NEGERI 1 WANADADI BANJARNEGARA

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

2.1 Kajian Pustaka
Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Keterampilan menulis merupakan kegiatan yang menarik dan sangat menyenangkan. Dengan menulis kita dapat menyalurkan ekspresi pikiran dan perasaan ke dalam bentuk tulisan. Tetapi, kegiatan menulis akan terasa sulit jika kita tidak terbiasa dan tidak terlatih untuk melakukannya. Oleh karena itu, kita sering sekali mengalami kesulitan untuk memulai kegiatan tersebut yang disebabkan karena kita kesulitan untuk menemukan ide yang dapat dijadikan sebuah tulisan. Kegiatan menulis masih jarang dilakukan. Penelitian Tindakan Kelas Terbaru  Kenyataan bahwa keterampilan menulis siswa masih kurang sampai saat ini masih dirasakan. Hal inilah yang membuat banyak peneliti mengangkat topik ini.
Berikut adalah penelitian-penelitian yang berkaitan dengan keterampilan menulis, antara lain: Fariqoh (2002); Astuti (2004); Rosalia (2004); dan Kusworosari (2007). Karya-karya tersebut merupakan skripsi, untuk lebih jelasnya akan penulis uraikan tentang karya-karya tersebut.
Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Fariqoh (2002) melakukan penelitian yang berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Metode Karya Wisata Siswa I.3 MA Ma’mahadut Tholabah Babakan Lebaksiu Tegal Tahun Pelajaran 2001/2002. Dalam hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan metode karya wisata ternyata sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas I.3 MA

Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Ma’mahadut Tholaban Babakan Lebaksiu Tegal. Peningkatan penulisan cerita pendek dengan menggunakan metode karya wisata terlihat pada daya serap siswa sebelum ada tindakan yaitu 58,66%, kemudian meningkat 10,72% setelah ada siklus 1 menjadi 69,38%, pada siklus 2 meningkat 7,25% menjadi 76,63%..
Astuti (2004) dengan judul skripsinya yaitu Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan pada Siswa Kelas II PS 4 SMK Negeri 8 Semarang membahas masalah upaya peningkatan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas II PS 4 SMK Negeri 8 Semarang Tahun ajaran 2003/2004. Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Dengan menghadirkan model dalam pembelajaran, ternyata kemampuan siswa menulis karangan narasi mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat setelah membandingkan hasil tes pratindakan, hasil tes siklus 1, dan hasil tes siklus 2. Hasil pratindakan siswa mencapai nilai rata-rata sebesar 60 masuk kategori kurang. Hasil tes siklus I mencapai nilai rata-rata sebesar 68 atau meningkat 8% dari pratindakan dalam kategori cukup. Pada siklus II hasil tes mencapai nilai rata-rata sebesar 75 atau meningkat sebesar 7% dari siklus I dan masuk dalam kategoi baik. Hasil penelitian nontes juga menunjukkan perubahan perilaku siswa ke  arah yang lebih positif.
Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Rosalia (2004) dengan judul skripsinya Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Melalui Media Audiovisual pada Siswa Kelas V SD Pangudi Luhur Santo Yusup Semarang menyimpulkan  bahwa setelah diberi pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan media audiovisual, rata-rata minat siswa kelas V SD Pangudi Luhur Santo Yusup  Jl. Mataram 875 Semarang tahun pelajaran 2003/2004 dalam pembelajaran menulis karangan meningkat sebesar 13,78 atau sebesar 29,6%. Bahwa setelah diberi pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan media audiovisual, rata-rata kemampuan siswa kelas V SD Pangudi Luhur Santo Yusup Jalan Mataram 874 Semarang tahun pelajaran 2003/2004 dalam menulis karangan meningkat sebesar 14,51 atau 24,44%.
Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Kusworosari (2007) dengan skripsinya yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Pengalaman Pribadi Sebagai Basis Melalui Pendekatan Keterampilan Proses pada siswa kelas X.1 SMA Negeri 5 Semarang menyimpulkan bahwa setelah mengikuti pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses mengalami peningkatan. Hasil analisis dari data siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hasil tes pada siklus I diperoleh hasil dengan rata-rata kelas sebesar 62,37, pada siklus II diperoleh hasil rata-rata kelas 73,65. Hasil ini menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 11,31 atau 18,00%. Selain itu, dari hasil data nontes pada siklus I, perilaku negatif siswa tampak pada saat pembelajaran berlangsung. Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Pada siklus II perilaku negatif siswa semakin berkurang dan perilaku positif siswa samakin bertambah atau meningkat.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa penelitian mengenai keterampilan menulis siswa sudah banyak dilakukan. Penelitian-penelitian tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa. Para peneliti telah menggunakan teknik maupun media yang bervariasi dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa.
Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Meskipun penelitian mengenai keterampilan menulis telah banyak dilakukan, peneliti menganggap bahwa penelitan sejenis masih perlu dilakukan untuk menentukan berbagai alternatif teknik dalam pembelajaran keterampilan menulis kepada siswa. Hal ini mengingat kenyataan bahwa keterampilan menulis siswa masih kurang, belum memuaskan, dan masih perlu dicarikan teknik-teknik yang efektif untuk membelajarkan keterampilan menulis siswa. Berdasarkan kenyataan tersebut, peneliti melakukan penelitian peningkatan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Wanadadi Banjarnegara menggunakan teknik latihan terbimbing berdasarkan ilustrasi tokoh idola.
Penelitian yang mengkaji peningkatan keterampilan menulis cerpen siswa SMA menggunakan teknik latihan terbimbing berdasarkan ilustrasi tokoh idola belum pernah dilakukan peneliti lain, sehingga penelitian ini dapat dipertanggungjawabkan keasliannya. Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Berpijak pada penelitian yang telah ada sebelumnya, dan adanya keinginan peneliti untuk memberikan sumbangsih alternatif-alteratrif pembelajaran keterampilan menulis cerpen bagi para guru Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah-sekolah pada umumnya dan di SMA Negari 1 wanadadi pada khususnya, maka penelitian ini peneliti lakukan.
Penelitian tentang pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan penulis dengan teknik latihan terbimbing berdasarkan ilustrasi tokoh idola menjadi pelengkap sebagai upaya memperkaya teknik pembelajaran menulis di sekolah. Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Pada penelitian ini akan dikaji tentang peningkatan keterampilan menulis cerpen dan perubahan tingkah laku siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Wanadadi Banjarnegara terhadap pembelajaran menulis cerpen dengan teknik latihan terbimbing berdasatkan ilustrasi tokoh idola.
2.2 Menulis Kreatif Cerpen
Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Dasar penulisan kreatif atau creatif writing  sama dengan menulis biasa, pada umumnya. Unsur kreativitas mendapat tekanan dan pehatian besar karena dalam hal ini sangat penting peranannya dalam pengembangan proses kreatif seorang penulis/pengarang dalam karya-karyanya, kreativitas ini dalam ide maupun akhirnya (Titik 2003:31).
Untuk memulai menulis memang  memerlukan proses kreatif yaitu dimulai dengan adanya ide (kekayaan batin/intelektual) sebagai bahan tulisan. Ide itu bisa diperoleh setiap saat, kapan mau menulis. Sumber utamanya adalah bacaan, pergaulan, perjalanan (traveling), kontemplasi, monolog, konflik dengan diri sendiri (internal) maupun dengan di luar kita (external), pemberontakan (rasa tidak puas), dorongan mengabdi (berbagi ilmu), kegembiraan, mencapai prestasi, tuntutan profesi dan sebagainya. Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Semuanya itu bisa dijadikan gerbang untuk mendorong memasuki proses kreatif menulis. Kuncinya adalah punya hasrat yang kuat untuk menulis sebagai modal utama untuk mulai menulis.
Jadi, jika kita ingin menjadi penulis atau pengarang, untuk mencapainya adalah menulis. Sayangnya, banyak pihak yang ingin menjadi pengarang atau penulis tetapi hanya sebatas ’ingin’ karena tidak juga menulis. Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Alasannya, sulit memulai, tidak punya waktu, takut salah, malu atau tidak ada inspirasi/ide yang pas untuk ditulis. Akhirnya, proses menulis pun tertunda (http://rayakultura.net/wmview.php?ArtID=100).
Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Menulis cerpen pada hakikatnya merujuk pada kegiatan mengarang, dan mengarang termasuk tulisan kreatif yang penulisannya dipengaruhi oleh hasil rekaan atau imajinasi pengarang. Menulis cerpen merupakan cara menulis yang paling selektif dan ekonomis. Cerita dalam cerpen sangat kompak, tidak ada bagiannya yang hanya berfungsi sebagai embel-embel. Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Tiap bagiannya, tiap kalimatnya, tiap katanya, tiap tanda bacanya, tidak ada bagian yang sia-sia, semuanya memberi saham yang penting untuk menggerakkan jalan cerita, atau mengungkapkan watak tokoh, atau melukiskan suasana. Tidak ada bagian yang ompong, tidak ada bagian yang berlebihan (Diponegoro 1994:6).
Menulis cerita pendek (cerpen) adalah salah satu usaha untuk memotret realita kehidupan ke dalam sebuah tulisan dan menyampaikannya dengan bahasa ringan khas cerpen. Tidak berat, tapi jangan pernah menganggap enteng. Penelitian Tindakan Kelas Terbaru Penulisan cerita dengan alur yang kita tulis, ditambah dengan konflik-konflik yang ‘naik-turun’, memerlukan daya pikir yang imajinatif dan futuristik. Bagaimana menjadikan pembaca tenggelam dalam cerita yang kita buat, semuanya itu benar-benar terasa sulit dan membutuhkan pemikiran

This entry was posted in Penelitian Tindakan Kelas. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>