Contoh penelitian tindakan kelas

Contoh penelitian tindakan kelas PENGGUNAAN METODE SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW (SQ3R) DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI POKOK BAHASAN SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA PADA SISWA KELAS VIII SMP NU 01 MUALLIMIN WELERI TAHUN PELAJARAN 2006/2007

Pada tulisan sebelumnya telah saya sampaikan beberapa Contoh penelitian tindakan kelas dari bab 1 dan bab 4 dengan judul yang sama. Untuk kesempatan kali ini saya akan menyampaikan khusus bab 5 saja. Silahkan dinikmati ya … Oh ya bagi kawan-kawan mahasiswa atau sarjana yang tinggal di sekita Jakarta dan sekitanya yang ingin menjadi guru privat silahkan kunjungi dan daftar di Lowongan guru privat jakarta di sini.

Lihat juga artikel sebelumnya di penelitian tindakan kelas bimbingan konseling di sini. Terimakasih telah berkunjung, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua

BAB V PENUTUP

5.1.KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:
Contoh penelitian tindakan kelas Penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif pada pokok bahasan sistem perekonomian Indonesia dan pelaku ekonomi pada siklus I ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 78,05 % dengan nilai rata-rata 66,95. Pada siklus II ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 87,80 % dengan nilai rata-rata 73,78. Sedangkan hasil penilaian afektif pada siklus I ketuntasan belajar klasikal sebesar 73,2 % dan siklus II meningkat menjadi 87,8 %. Dengan demikian metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII E SMP NU 01 Muallimin Weleri pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan sistem perekonomian Indonesia.
Contoh penelitian tindakan kelas Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif pada siklus I nilai yang diperoleh 65 dengan skor sebesar 26 dengan kategori baik. Dalam kegiatan question, recite, menyajikan hasil belajar kelompok serta menyimpulkan hasil pembelajaran termasuk dalam kategori cukup, sedangkan aktivitas menjawab pertanyaan melalui diskusi kelompok masih dalam kategori kurang. Kekurangan yang ada pada siklus I diperbaiki pada siklus II. Perolehan skor aktivitas siswa pada siklus II meningkat menjadi 33 dengan kategori amat baik, dengan nilai 82,5. Pada siklus II siswa dapat melakukan kegiatan SQ3R dalam pembelajaran kooperatif dengan baik.
Contoh penelitian tindakan kelas Langkah-langkah yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi pada pokok bahasan sistem perekonomian Indonesia melalui penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif adalah meliputi langkah-langkah yang sistematis yaitu meneliti secara singkat (survey), membuat daftar pertanyaan (question), membaca (read), memahami (recite), dan meninjau ulang (review). Kegiatan SQ3R ini disertai dengan kegiatan diskusi baik di dalam kelompok ataupun antar kelompok dan pemahaman dan pendalaman materi dilakukan ketika siswa belajar bersama dalam kelompok.
Contoh penelitian tindakan kelas Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses pembelajaran ekonomi pokok bahasan sistem perekonomian Indonesia dengan menggunakan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif, antara lain:
1) Cakupan materi pada pokok bahasan sistem perekonomian Indonesia dan pelaku ekonomi sangat luas, padahal pelaksanaan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif memerlukan waktu yang lama dan membutuhkan konsetrasi yang tinggi.
2) Adanya keterbatasan bahan ajar, yaitu kurang tersedianya buku-buku penunjang lain yang mendukung buku paket sekolah
3) Suasana lingkungan yang dekat dengan jalan raya sehingga menimbulkan suara bising dan menganggu pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
5.2. SARAN
Contoh penelitian tindakan kelas Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, peneliti mengajukan saran-saran sebagai berikut:
1. Mengingat penggunaaan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa, maka metode ini dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam kegiatan belajar mengajar.
2. Siswa perlu dilatih untuk mempersiapkan bahan belajar secara mandiri sehingga siswa tidak mengandalkan sepenuhnya kepada guru.
3. Perlu adanya penelitian dan kajian lebih lanjut untuk menyempurnakan penelitian ini sehingga dapat lebih bermanfaat bagi peningkatan hasil belajar siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>