Contoh penelitian tindakan kelas

Contoh penelitian tindakan kelas Bab 3 : Bagaimana meningkatkan proses dan hasil belajar pada Pembelajaran IPA Materi Sifat-sifat cahaya dengan menerapkan model Contextual Teaching and Learning di kelas V SDN III/I Muara Bulian

Ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya yaitu Contoh penelitian tindakan kelas khususnya bab 3. Pada postingan sebelumnya saya telah memberikan Contoh penelitian tindakan kelas bab 1 dan bab 2.

Silahkan di Lanjut Membacanya . . .

METODE PENELITIAN

1.1  Subjek Penelitian Contoh penelitian tindakan kelas

Contoh penelitian tindakan kelas Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB SDN 111/1 Muara Bulian. Jumlah siswa kelas VB terdiri dari 17 orang, 8 orang siswa laki-laki dan 9 orang siswa perempuan. Umur mereka rata-rata berkisar antara 10 sampai 11 tahun. Mereka berasal dari keluarga petani dengan latar belakang pendidikan orang tua tamatan Sekolah Dasar.

Dari segi prestasi belajar siswa kelas VB juga tidak terlalu menonjol. Hal ini disebabkan karena siswa-siswa unggulan ditempatkan di kelas VA. Sehingga siswa yang tidak bisa masuk kelas unggul ditempatkan di kelas VB. Tingkat keaktifan siswa dalam proses belajar juga terlihat kurang, karena selama kegiatan pembelajaran hanya beberapa orang siswa saja yang mau aktif bertanya Contoh penelitian tindakan kelas.

1.2   Tempat dan Waktu Penelitian Contoh penelitian tindakan kelas

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 111/I Muara Bulian dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Sedangkan dari segi pelaksanaan, penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tahun pelajaan 2010/2011, semester genap dari bulan Maret 2011 sampai dengan Mei 2011.

Contoh penelitian tindakan kelas Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dalam alokasi waktu 2 jam pelajaran. Setiap siklus akan melalui tahapan-tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, tes hasil belajar serjta refleksi.

1.3  Prosedur Penelitian Contoh penelitian tindakan kelas

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

Adapun jenis tindakan yang dilakukan sebagai berikut:

  1. Pada siklus I guru menyiapkan tugas eksperimen untuk membuktikan bahwa cahaya merambat lurus. Alat dan bahan yang dibutuhkan tiga lembar karton tebal berukuran sama besar, 3 kayu penjepit, lilin, korek api, paku, benang. Langkah kerja dalam eksperimen tahap pertama semua karton dilubangi di titik tengah dengan menggunakan paku. Kemudian ketiga karton ditegakkan dengan kayu penjepit. Letak karton diatur sedemikian rupa sehingga lubang-lubangnya terletak pada satu garus lurus. Untuk memudahkan digunakan benang yang dimasukkan pada setiap lubang karton. Langkah berikutnya lilin dinyalakan dan diletakkan di depan lubang karton yang pertama dan posisi lilin diatur sehingga nyala apinya tepat berada di depan lubang. Selanjutnya nyalal lilin dilihat dari lubang karton yang ketiga. Kemudian karton kedua digeser ke kanan atau ke kiri sehingga ketiga lubang tidak dalam satu garis lurus. Kemudian guru menugaskan siswa untuk mendisuksikan apakah setelah karton kedua digeser siswa masih dapat melihat nyala lilin. Siswa berdiskusi dan menyusun laporan hasil diskusi tersebut Contoh penelitian tindakan kelas.
  2. Pada siklus kedua, guru menyiapkan eksperimen berikutnya mengenai sifat cahaya selanjutnya yaitu cahaya menembus benda bening. Alat dan bahan yang digunakan diantaranya lampu senter, gelas bening, plastik bening, triplek, karton, kaleng, batu, gelas bening berisi air jernih dan gelas bening berisi air keruh. Langkah kerja pertama yang dilakukan atalah meletakkan tiap-tiap benda di atas meja. Kemudian sorotkan cahaya dari lampu senter mengenai masing-masing benda. Selanjutnya mengamati apakah cahaya lampu senter menembus benda-benda tersebut. Langkah berikutnya siswa ditugaskan mencatat hasil pengamatan dan mendiskusikannya dalam kelompok. Setelah itu siswa secara berkelompok mengklasifikasikan benda yang tembus cahaya dan benda yang tidak tembus cahaya dengan membuat tabel Contoh penelitian tindakan kelas
  3. Pada siklus III, kegiatan pembelajaran bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan sifat-sifat cahaya dalam karya sederhana. Sebuah eksperimen disiapkan yaitu dengan membuat periskop sederhana. Alat dan bahan yang digunakan yaitu kardus, pensil, penggaris, gunting, pisau silet, selotip, dan dua buah cermin datar yang sama besar. Untuk langkah-langkah kerja adalah sebagai berikut: 1) persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan; 2) menggambar denah periskop dengan menggunakan pensil dan penggaris, pada denah dibuat dua jendela dan empat irisan lubang memanjang; 3) setelah denah selesai digambar dan dipotong, lalu lipatlah dan rekatkan sambungannya dengan selotip; 4) masukkan kedua cermin datar pada lubang yang memanjang sehingga sisi-sisi yang memantulkan saling berhadapan, tepi-tepi cermin akan menonjol dari periskop. Berilah selotip penahan cermin agar tidak lepas, pastikan cermin-cermin terpasang dengan kuat agar tidak lepas dan pecah. Setelah periskop sederhana dibuat, tahap selanjutnya adalah menguji hasil karya. Adapun langkah-langkahnya: 1) gunakan periskop untuk melihat benda-benda di balik penghalang, seperti di balik dinding atau rerimbun daun; 2) lakukan kegiatan secara berulang-ulang. Setelah pengujian hasil karya siswa ditugaskan membuat laporan tentang hasil pengujian tersebut secara berkelompok Contoh penelitian tindakan kelas.

1.3.1    Perencanaan Contoh penelitian tindakan kelas

Pada tahap perencanaan peneliti telah mengerjakan beberapa kegiatan seperti mengobservasi kelas untuk mengidentifikasi masalah pembelajaran dan memilih masalah yang paling urgen untuk diteliti serta menentukan tindakan yang akan dilaksanakan. Peneliti menetapkan masalah yang akan diteliti yaitu rendahnya tingkat keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran dan rendahnya hasil belajar siswa yang diketahui dari masih banyaknya jumlah siswa yang belum tuntas belajar. Setelah mengkaji beberapa literatur maka untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajara IPA dalam materi cahaya digunakan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) selama proses pembelajaran Contoh penelitian tindakan kelas.

Rancangan penelitian tindakan terletak pada alur pelaksanaan, adapun alur yang peneliti laksanakan adalah sebagai berikut:

1)        Penelitian pendahuluan, bertujuan untuk mendapatkan masalah pembelajaran IPA. Dilakukan dengan tanya jawab tentang materi sifat-sifat cahaya Contoh penelitian tindakan kelas.

2)        Persiapan instrumen adalah lembaran observasi dan catatan hasil pada waktu pengamatan

3)        Persiapan bahan, yang dipersiapkan adalah fasilitas pembelajaran berupa konteks pada buku paket, program pengajaran, dan persiapan mengajar pada setiap siklus penelitian yang meliputi:

1. Tujuan Contoh penelitian tindakan kelas

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mendeskripsikan sifat-sifat cahaya yang mengenai berbagai benda (bening, berwarna dan gelap) melalui pendekatan kontekstual.

2. Waktu Contoh penelitian tindakan kelas

Waktu pelaksanaan dari tindakan yaitu selama 3 bulan yaitu Maret, April dan Mei 2011. Dilakukan pada jam pelajaran IPA sesuai dengan jadwal pelajaran. Sebagai pelaksana adalah guru Ilmu Pengetahuan Alam sekaligus sebagai guru kelas. Adapun langkah-langkah umum meliputi:

1)      Perencanaan tindakan

2)      Pengamatan

3)      Refleksi

 

1.3.2        Pelaksanaan Contoh penelitian tindakan kelas

  1. Guru menyiapkan tugas eksperimen untuk membuktikan bahwa cahaya merambat lurus.
  2. Siswa disuruh mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu: tiga lembar karton tebal berukuran sama besar, 3 kayu penjepit, lilin, korek api, paku, benang.
  3. Setelah alat dan bahan dikumpulkan, pembelajaran kontekstual dilakukan dengan eksperimen. Tahap pertama semua karton dilubangi di titik tengah dengan menggunakan paku. Kemudian ketiga karton ditegakkan dengan kayu penjepit. Letak karton diatur sedemikian rupa sehingga lubang-lubangnya terletak pada satu garus lurus. Untuk memudahkan digunakan benang yang dimasukkan pada setiap lubang karton. Langkah berikutnya lilin dinyalakan dan diletakkan di depan lubang karton yang pertama dan posisi lilin diatur sehingga nyala apinya tepat berada di depan lubang. Selanjutnya nyalal lilin dilihat dari lubang karton yang ketiga. Kemudian karton kedua digeser ke kanan atau ke kiri sehingga ketiga lubang tidak dalam satu garis lurus.
  4. Kemudian guru menugaskan siswa untuk mendisuksikan apakah setelah karton kedua digeser siswa masih dapat melihat nyala lilin.
  5. Siswa berdiskusi dan menyusun laporan hasil diskusi tersebut.
  6. Selama siswa berdiskusi, guru memperhatikan kegiatan diskusi yang dilakukan. Jika siswa mengalami kesulitan dapat langsung bertanya kepada guru.

Adapun implementasi kegiatan (pelaksanaan) tindakan digambarkan sebagai berikut:

Waktu

Siklus I                  : 14 Maret s/d 25 Maret 2011

Siklus II                 : 5 April s/d 15 April 2011

Siklus III               : 4 Mei s/d 10 Mei 2011

  1. Tempat di dalam ruangan kelas V SD Negeri III/I Muara Bulian
  2. Pelaksana

Adapun pelaksana kegiatan perbaikan yaitu guru kelas SD Negeri III/I Muara Bulian yang mengajar Ilmu Pengetahuan Alam. Sedangkan yang bertindak sebagai pengamat adalah rekan sejawat sesama guru kelas V.

 

1.3.3  Observasi dan Evaluasi Contoh penelitian tindakan kelas

Gambaran umum kegiatan observasi dan evaluasi yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Waktu

Waktu observasi dan evaluasi yang dilakukan secara bersamaan dengan pemberian tindakan dalam jam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

  1. Tempat

Kegiatan observasi dan evaluasi dilakukan di dalam kelas V B di SD Negeri III/I Muara Bulian.

  1. Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan kegiatan observasi dan evaluasi oleh peneliti sebagai guru Ilmu Pengetahuan Alam dan teman sejawat sebagai evaluator guru yang bertindak sebagai peneliti.

  1. Instrumen

Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembaran observasi yang telah dibuat sebagai instrumen penelitian (terlampir).

1.3.4        Refleksi dan Revisi Contoh penelitian tindakan kelas

Refleksi (perenungan) dan Revisi (perbaikan) pada penelitian merupakan kegiatan akhir yang menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

  1. Waktu                  : Setiap hasil penerapan tindakan
  2. Bahan                   : Hasil pemantauan (monitoring/observasi)
  3. Pelaksana             : Guru kelas sebagai peneliti
  4. Kriteria
    1. Efisiensi, yakni keterlaksanaan rencana tindakan
    2. Efektifitas, yakni penerapan tindakan efektif ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:

1)      Pada saat pembelajaran berlangsung siswa memperhatikan dengan sungguh-sungguh.

2)      Nilai hasil pembelajaran yang rendah menjadi tinggi.

3)      Para siswa semakin termotivasi untuk memahami materi sifat-sifat cahaya.

 

1.4      Teknik Alanisis Data Contoh penelitian tindakan kelas

Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Secara garis besar kegiatan analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menelaah seluruh data yang dikumpulkan. Penelaahan dilakukan dengan cara menganalisis, mensintesis, memaknai, menerangkan, dan membuat kesimpulan. Kegiatan penelaahan pada prinsipnya dilaksanakan sejak awal penjaringan data.
  2. Mereduksi data yang didalamnya melibatkan kegiatan pengkategorian dan pengklasifikasian. Hasil yang diperoleh dapat berupa pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran dengan metode contextual teaching and learning.
  3. Menyusun keterkaitan atau pengaruh dari metode contextual teaching and learning dan hasil belajar siswa.
  4. Menyusun kesimpulan dari keterkaitan atau pengaruh yang ada.

Untuk memperoleh nilai rata-rata kelas digunakan rumus sebagai berikut:

Dimana :

R         : Nilai rata-rata siswa

∑x       : Hasil penjumlahan semua nilai sisw

N         : Jumlah siswa

 

3.5       Kriteria Keberhasilan Contoh penelitian tindakan kelas

Kriteria keberhasilan siswa adalah meningkatnya rata-rata hasil belajar siswa dan perubahan nilai. Untuk mengetahui apakah penerapan tindakan setelah berhasil dilihat dari ketuntasan klasikal. Jika siswa memperoleh nilai kurang dari KKM maka siswa dinyatakan tidak berhasil dan jika siswa memperoleh nilai lebih dari KKM maka siswa dinyatakan berhasil. Sehingga dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Ketuntasan individual

Individu dianggap tuntas dalam mengikuti pembelajaran apabila mendapat perolehan nilai minimal sesuai dengan KKM.

  1. Ketuntasan secara klasikal

Kelas dianggap tuntas dalam mengikuti pembelajaran apabila tiap siswa memiliki nilai rerata minimal KKM sebanyak 85% dari jumlah keseluruhan siswa.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.1: Tabel Interval Penilaian

Interval

Keterangan

Angka

8,0 – 10,0 Sangat Baik 5
7,0 – 7,9 Baik 4
6,0 – 6,9 Cukup Baik 3
5,0 – 5,9 Kurang Baik 2
0 – 4,9 Sangat Kurang Baik 1

Semoga Contoh penelitian tindakan kelas ini bisa bermanfaat bagi anda semua. Oh ya untuk mencari keseluruhan ptk dengan judul ini silahkan dicari ya biar aga lama sedikit.


 

This entry was posted in Contoh penelitian tindakan kelas and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Contoh penelitian tindakan kelas

  1. Hadyan Lana says:

    Very good

  2. gareng says:

    terima kasih atas bantuannya

  3. anisa says:

    sangat bagus

  4. MIA says:

    HATUR NUHUN PISAN IS VERY GOOD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>